PUSDATIN

PENGELOLA DATA SIARAN

Penyulutan Obor Triprasetya, Ini Pidato Dirut RRI

Penyulutan Obor Triprasetya, Ini Pidato Dirut RRI

15-Sep-2020    Jakarta    Tiara Renatasia, S.Kom

Prosesi puncak Hari Radio ditandai dengan penyulutan obor Tri Prasetya RRI.

Berikut pidato Dirut dalam prosesi Penyulutan Obor HUT RRI ke-75, 11 September 2020:

Hari ini adalah hari terakhir Saya berpidato di hari radio dan melakukan penyulutan obor Tri Prasetya RRI karena Direksi akan berakhir sebelum September tahun depan.

Dalam kesempatan baik ini, selintas saya akan menyampaikan posisi RRI yang sejak Kemerdekaan tetap berdiri tegak di atas langit kebhinekaan Indonesia. 

17 Agustus 1945 

Bung karno di Pegangsaan Timur No.56 Jakarta menyatakan keperkasaan, keyakinan, keberanian yang dicetuskan dalam Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Naskah Proklamasi itu disiarkan berulang-ulang lewat radio, yang 24 hari kemudian 11 September 1945 radio tersebut resmi menamakan dirinya sebagai Radio Republik Indonesia 

10 November 1945 

Radio Republik Indonesia menyuarakan pekikan Bung Tomo Surabaya banjir darah, langit merah berkabut, pertempuran membarakan api panas, sampai akhirnya Jenderal Mallaby terbakar hidup, suara lantang Bung Tomo mengudara terus-menerus sebagai keberanian menyala-nyala rakyat Surabaya.

1 Oktober 1965 

Pancasila menjalani ujian berat beberapa Jenderal terbunuh, ada yang dikubur hidup-hidup, antara siasat kekejaman dan penghianatan  RRI di Merdeka Barat 4-5 Jakarta dikepung, dikuasai pasukan Untung,

RRI jadi rebutan…

Tanpa perlawanan berpeluh, pasukan Sarwo Edhie pimpinan Soeharto menguasai siaran RRI, Indonesia Kembali.

Agresi ke 2 - 1948 

Belanda menyatakan Indonesia telah bubar rakyat Bener Meriah Aceh, murka, Radio Rimba Raya di hutan Bener Meriah yang gagal di bombardir musuh mengumumkan ke seantero dunia 

“Indonesia ada, kami hidup, Indonesia masih ada” 

Berulang-ulang sampai akhirnya sidang meja bundar Den Haag mengakui kemerdekaan Indonesia

Radio Rimba Raya Bener Meriah Aceh menjadi cikal bakal berdirinya Voice Of Indonesia. Dua tahun lalu RRI hadir di Bener Meriah Aceh sebagai pernyataan mengakui perjuangan orang-orang kopi gayo Bener Meriah Aceh diaduk-aduk aroma kopinya rasa Indonesia asli.

Di era Presiden Soeharto, RRI tetap menjadi irisan besar pemerintah, yang kemudian memposisikan diri sebagai Media Pembangunan

Kita masuk ke era reformasi, inilah masa-masa transformasi besar-besaran ditengah persaingan bebas berbasis teknologi

Babak demi babak dilintasi RRI sampai pada era disrupsi dimana kepercayaan publik terhadap media mainstream jatuh bangun diatas gelombang hoax yang merajalela, kebebasan bicara di media sosial semakin menjadi yang terkadang sulit dikendalikan.

Inilah perjuang sesi kedua bagi RRI untuk tetap memposisikan dirinya dan menjalankan mandat negara sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berjalan pada track-nya, menjadikan mainstream yang dipercaya.

Bersama-sama lembaga-lembaga penyiaran di Asia Pacific NHK, KBS, China Radio, dll. RRI mempelopori empowering mainstream dalam rangka meningkatkan kepercayaan publik di tengah disrubtion.

Pada sequence ini secara cepat RRI masuk lewat lorong digitalisasi yang merupakan irisan penting pada generasi milenial. Sepanjang tahun RRI membangun teknologi Artificial Intelligence, suatu teknologi babak baru berbasis big data. 

RRI memang punya dokumentasi penting mulai dari data berita, sejarah, dan masa silam yang mungkin tercecer dimana-mana. Itu kekayaan yang luar biasa dahsyatnya karena RRI lahir dari rahim Ibu pertiwi sejak Indonesia Merdeka 24 hari setelah Proklamasi dikumandangkan Soekarno dari Pegangsaan Timur No.56 Jakarta

Artificial Intelligence RRI diberi nama SPRINT (Sistem Pelacak Ragam Informasi News Terbaru) selain memiliki kecerdasan digital sekaligus bisa digunakan sebagai alat analisis sebaran pendengar RRI seluruh Indonesia.

Media berbasis big data akan memiliki keunggulan yang presisi dan dicari publik. Semua ekspresi pemberitaan RRI akan selalu diartikulasikan lewat kekayaan data yang pada saatnya akan membangun diferensiasi yang kuat, kepercayaan publik pada mainstream RRI akan semakin menggairahkan. 

Itulah keberpihakan versi digitalisasi RRI sebagai solusi meraih publik yang sebanyak-banyaknya

Di Hari Radio ke 75 ini kami ajak kita semua berselancar menikmati sepak terjang dan keberhasilan RRI sepanjang hampir 5 tahun.

Hadirin, pendengar, penonton RRI Net, itulah karya-karya terbaik anak bangsa bagi Indonesia yang lebih maju, bermartabat, berkarakter dan menghormati keberagaman berbhineka Tunggal Ika.

Indonesia dipisahkan oleh lautan tapi dipersatukan oleh lautan Indonesia adalah mata air kita, bumi yang kita pijak Bumi tempat kita dilahirkan Bumi dimana tumbuh hati yang sejuk, maka berbuatlah yang baik-baik Untuk Indonesia lebih bertoleransi

Saya M. Rohanudin Direktur Utama RRI,

salam Dari Merdeka Barat 4-5 Jakarta

Sekali Di Udara Tetap Di Udara

Wass. Wr . Wb

Sumber : rri.co.id