PUSDATIN

PENGELOLA DATA SIARAN

Membumikan Pancasila Melalui Puisi

Membumikan Pancasila Melalui Puisi

02-Oct-2020    Yogyakarta    Dwi Indra Zakaria, S.Kom

KBRN, Jakarta: Sebentar lagi, Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila.  Hari Kesaktian Pancasila adalah hari nasional di Indonesia yang diperingati setiap 1 Oktober. Ini terjadi setelah Peristiwa Gerakan 30 September yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI.

Membumikan Pancasila bisa dilakukan dengan berbagai hal-hal yang sederhana. Salah satu contohnya melalui alat musik, menggunakan baju daerah, bahkan makanan.

Tak terkecuali membumikan Pancasila melalui puisi. Direktur LPP RRI, Mohammad Rohanudin mengatakan, Puisi adalah suara jiwa yang dimunculkan dari nurani budayawan, untuk menyampaikan pesan kepada siapapun.

"Puisi itu adalah suara jiwa, suara jiwa yang dimunculkan dari nurani para budayawan, untuk  menyampaikan pesan kepada siapaun yang mendengar, siapapun yang menonton dan siapapun yang membaca" kata Rohanudin dalam dialog Khusu 'Membumikan Pancasila Melalui Puisi' di Yogyakarta, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya jenis Puisi itu banyak, bahkan terdapat analog-analog yang terkadang tidak dimengerti banyak orang.

"Tetapi ada pencipta puisi dengan hati yang jujur, dengan bahasa yang sangat sederhana. Karena puisi puisi sepeti itu, adalah pesan yang harus ditangkap oleh semua masyarakat" tambahnya.

Dalam konteks membumikan Pancasila melalui puisi, kita harus memandang dari hati nurani.

"lambang garuda dan dibawa kemana-mana sambil mencakar kan cakarnya" tuturnya.

"Itu adalah kegagahan Pancasila yang harus dipertahankan. Tapi sebenarnya dalam pancasila itu ada yang paling utama dalam kehidupan, adalah toleransi" ungkapnya.

Menurutnya, Toleransi menjadi sangat penting untuk masyarakat Indonesia. 

"Toleransi itu jadi sangat penting untuk apa?, untuk masyarakat yang ada di Indonesia. Karena dengan toleransi dalam keadaan seperti pandemi Covid-19 seperti ini, itu juga akan menjadi bagian penting dalam kehidupan," kata Rohanudin.

"Karena itu, Pancasila itu adalah akar yang harus tumbuh dari nurani bangsa Indonesia, dan kita semua sebagai bangsa Indonesia tidak boleh lepas dari naungan itu" tambahnya.

Sumber : rri.co.id