Pusat Data dan Informasi Siaran RRI -

Ambon

  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
FOTO
Bintang Radio RRI Ambon 2019
  Info Pusdatin - RRI Ambon  
 
 
 
“Senandung Persaudaraan dari Ambon untuk Indonesia” Spirit Merawat Kebersamaan"
(Ambon, 09/09/2019)
Usai menabuh tifa didampingi Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Muhammad Rohanudin, WaliKota Ambon, Richard Louhenapessy dan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Anthoni Gustaf Latuheru, dalam pembukaan festival Bintang Bintang Radio Nasional dan ASEAN yang berlangsung di pelataran Pattimura Park Ambon, Senin (21/8) malam, Gubernur Maluku, Said Assagaff menyinggung tema penyelenggaraan Bintang Radio Nasional dan ASEAN 2017 yaitu “Senandung Persaudaraan dari Ambon untuk Indonesia”. Menurutnya, tema tersebut, jika dijabarkan secara eksplisit mengandung pemaknaan tentang komitmen untuk merawat kebersamaan. Komitmen ini, telah menjadi harga mati masyarakat Maluku, untuk terus menciptakan perdamaian yang abadi.

Perdamaian untuk sesama dan juga dunia.
“Merawat kebersamaan bagi saya, harus mengandung janji dan juga harapan, tidak saja hidup di sanubari, tapi harus bisa digelorakan untuk tegaknya Nasionalisme Indonesia, melalui kegiatan positif. Salah satunya, kegiatan akbar Bintang Radio Nasional dan ASEAN di Kota Ambon”, tandas Assagaf seraya berharap, para peserta dapat menjadi duta perdamaian dan persaudaraan dalam melantunkan lagu persaudaraan, toleransi dan keberagamaan.

Kegiatan ini juga menurutnya, adalah bukti jajaran Direksi LPP RRI berkomitmen dalam membuat inovasi lomba yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab, apa yang ditampilkan melalui seni suara, merupakan produk dan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi di tingkat Internasional. Maka itu, pemilihan Bintang Radio tidak sekadar ajang untuk mencari pemenang, melainkan meretas jalan menuju perkembangan industri kreatif. Iapun tidak tidak menapik, untuk mendukung mimpi tersebut, tidak hanya dapat mengandalkan bakat alam dan suara yang merdu, namun penampilan yang apik dan serasi.
“Kalau semuanya tertata, musik dan seni suara dapat sejalan dengan pengembangan industri kreatif yang sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh Pemerintah Pusat,”ujar Mantan Sekretaris Daerah Maluku ini.

Maluku, kata Assagaff , sejak dulu sudah dikenal sebagai gudangnya penyanyi berbakat. Tidak sedikit yang telah mengharumkan nama daerah baik di pentas Nasional mapun Internasional. Sejarah panggung hiburan di tanah airpun sudah mencatatnya dengan tinta emas. Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Assagaf mendukung setiap konsep bernyanyi dan berlatih yang dilakukan dengan baik dan terukur. Sebab, akan menopang Ambon sebagai kota musik berkelas dunia.

MENYUARAKAN NASIONALISME
Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI Mohammad Rohanudin, menilai bintang radio sebagai persatukan bangsa Indonesia lewat lantunan lagu-lagu dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari mancanegara. Perhelatan akbar yang baru saja usai harap Rohanudin, dapat menyuarakan nasionalisme dan memperkuat persatuan bangsa, dalam bingkai kemajemukan. Rohanudin memuji Ambon sebagai tuan rumah terbaik, sehingga layak menyandang Kota Ambon sebagai kota musik dunia. Event ini, diharapkan melahirkan bibit penyanyi baru layaknya Daniel Sahuleka, salah satu musisi Internasional asal Ambon. RRI sebagai lembaga publik, akan terus berupaya mendekatkan diri dengan seluruh masyarakat, sebagai salah satu komitmen media pelestari budaya, karya anak bangsa.

“Orang boleh meragukan bahwa warna langit itu biru, bumi itu bulat dan rembulan itu warnanya kuning berkilau, tapi tidak boleh tidak percaya bahwa Ambon adalah kota musik Indonesia untuk dunia,” katanya
Penyelenggaraan ajang pemilihan bintang radio Indonesia telah berlangsung selama 66 tahun. Tak sekadar lomba menyanyi, kontes itu juga bertujuan mempersatukan bangsa Indonesia.

Senada dengan Rohanudin, WaliKota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan bintang radio Nasional dan ASEAN sebagai salah sarana untuk menjadikan Ambon sebagai kota yang layak sebagai tujuan ekonomi dan sosial.

“Semua telinga masyarakat Indonesia mendengar event penting ini di Ambon, lalu orang akan menjustifikasi bahwa Ambon benar-benar layak untuk dikunjungi, karena lewat event ini Ambon semakin dikenal,” ungkapnya
Tarian Kolosal Senandung Persaudaraan Warnai Pembukaan BRNA 2017

Tarian kolosal yang dibawakan 26 penari menggambarkan kehidupan orang maluku, yang sangat mencintai keberagaman. Lewat keberagaman itulah menjadikan Maluku, khususnya Kota Ambon sebagai Indonesia mini, di dalamnya semua suku, ras, agama bersemayam di kota berjulukan manise ini.

Tarian ini cukup menarik perhatian para undangan maupun peserta Bintang Radio dari 65 Satker RRI. Empat penyanyi yang merupakan siswi SMA Kota Ambon, membawakan lagu berjudul Senandung Persaudaraan dari Ambon untuk Indonesia, yang diciptakan khusus oleh musisi Ambon merangkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Hengky Marijes Sopacua.

Para penari dan penyanyi dilengkapi dengan busana tradisional dari berbagai daerah. Penari kolosal mengenakan kostum baju daerah Maluku, enam penari latar memakai baju adat Bali, NTT, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Tema besar yang diangkat dalam pelaksanaan bintang radio, membuat saya terinspirasi untuk menciptakan lagu yang saya beri judul sama dengan tema bintang radio. Biar lagu tidak hanya menjadi nyanyian semata, kita coba kolaborasikan dengan tarian,” ujar creator Tarian Kolosal, Hengky Sopacua.
Dikatakan, simbol keberagaman yang menjadi ciri khas kehidupan orang Ambon, harus ditonjolkan dalam setiap kesempatan, utamanya lewat panggung event nasional dan asean. Lewat tarian semua orang akan tahu, bahwa kerukunan antar umat bergama, antar suku terjalin dengan baik.

Di panggung bintang radio pula, penampilan mantan jebolan BRNA Ambon tahun 2003, Michael Mailuhu membawakan lagu Pancasila Rumah Kita ciptaan Frangky Syaihalatua, mendapat pujian dari para penonton.

“Di tengah kondisi bangsa yang sengaja dipecah-pecah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita tetap harus menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang satu dan menghargai perbedaan. Lagu-lagu kebangsaan dan tarian menjadi bukti ambon sebagai rumah Pancasila,” urainya. (SS/NA)
 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved
istanbul escort eskort
escort istanbul bayan escort sirinevler escort istanbul escort halkali escort istanbul escort