Pusat Data dan Informasi Siaran RRI -

Cirebon

  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
LEMBAGA
PRO 1
PRO 2
PENGHARGAAN
  Info Pusdatin - RRI Cirebon  
 
 
 
Festival Keraton Nusantara XI di Cirebon
(Cirebon, 19/09/2017)
RRI Cirebon : Festival Keraton Nusantara XI dibuka secara resmi dengan ditandai ditabuhnya tiga bedug, Sabtu 16 September 2017. Masing-masing oleh Gubernur Jawa Barat, Sultan Sepuh XIV, dan Wali Kota Cirebon di alun alun Keraton Kasepuhan. Pembukaan FKN yang dihadiri lebih dari 100 keraton dan kesultanan dalam dan luar negeri ini, juga dimeriahkan oleh kirab agung prajurit keraton.

Atraksi yang ditampilkan prajurit keraton dari 47 keraton dan kesultanan, menyedot perhatian ribuan warga. Mereka memadati alun-alun dan jalan-jalan yang dilalui arak-arakan prajurit keraton.

Beragam atraksi ditampilkan. Mulai dari uji kekebalan tubuh sampai duel antarprajurit cilik membuat undangan dan penonton tidak beranjak. Padahal suhu udara Kota Cirebon panas menyengat.

Sejumlah kesultanan ikut menyertakan kereta kencana kerajaan dalam arak-arakan atau kirab agung prajurit keraton ini. Kontingen Keraton Surakarta Hadiningrat selain membawa dua kereta kencana juga menampilkan tiga prajurit berkuda perempuan. Ketiganya diperankan oleh tiga putri kerabat keraton.

Berbagai model baju adat yang dikenakan Sultan dan permaisuri serta rombongannya juga tidak kalah menarik perhatian warga. Model busana yang kaya akan ornamen dengan warna keemasan dan warna-warna yang menunjukkan keagungan, benar-benar memanjakan mata.

Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, momentum Festival Keraton Nusantara benar-benar memperlihatkan kebhinekaan bangsa Indonesia.

Kebhinekaan Indonesia, menurutnya, bukan sekadar fakta sejarah. Lebih dari itu merupakan fitrah kehidupan dan kecintaan semesta akan Bangsa Indonesia.

“Momen-momen semacam ini harus selalu menguatkan komitmen menjaga keberagaman dan kebhinekaan, “ kata Aher.

Untuk itu, kata Aher, Festival Keraton Nusantara bukan hanya ajang silaturahmi. Namun juga penting untuk menjaga persatuan serta kesatuan bangsa. Even seperti ini, lanjutnya, juga penting sebagai upaya melestarikan seni dan budaya. Dalam konteks kebangsaan, kata Aher, FKN menjadi khasanah yang sangat menarik sebagai upaya menjaga nilai-nilai keberagaman.

Dalam konteks budaya dan ekonomi, sangat penting juga sebagai upaya pelestarian seni dan budaya yang bisa menjadi daya tarik pariwisata, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Apalagi, menurut Aher, sejarah mencatat, keraton dan kesultanan merupakan embrio lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rasa hormat

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyampaikan penghargaan dan penghormatan atas kehadiran kesultanan dan keraton baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Ini merupakan kehormatan bagi Cirebon dan Jawa Barat, “ katanya.

Menurutnya, setidaknya ada 100-an kesultanan dan keraton yang hadir. “Dari keraton luar negeri ada perwakilan delegasi dari Malaysia, Singapura, Srilangka dan Filipina,” katanya.

Sementara itu, permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga anggota DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengungkapkan, FKN penting karena keraton fokus pada upaya pelestarian seni dan budaya.

“Seni dan budaya sangat universal, karena tidak melihat perbedaan ras, agama dan golongan,” katanya.

Apalagi, katanya, saat ini adalah momen yang pas di tengah maraknya kasus intoleransi. Dengan demikian, FKN bisa berperan dalam menyatukan masyarakat yang berbeda melalui seni dan budaya.

Selain pembukaan, hari pertama FKN diisi dengan sejumlah kegiatan lain. Beberapa di antaranya lomba panahan tradisional di alun-alun Kasepuhan, pameran benda pusaka, dan pameran kerajinan rakyat di Keraton Kanoman. Juga pagelaran seni budaya di Taman Air Goa Sunyaragi.***
 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved