Pusat Data dan Informasi Siaran RRI -

Bandung

  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
KERTAS
VIDEO
FOTO
AUDIO
  Info Pusdatin - RRI Bandung  
 
 
 
Mengenang Alm Sakti Alamsyah Pada Peringatan Hari Radio ke-72 Tahun 2017
(Bandung, 04/09/2017)
Pusdatin, Bandung : Angkasawan- angkasawati RRI Bandung, melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung dalam rangka Peringatan Hari Radio ke-72 Tahun 2017 (4/9/2017). Dipimpin Kepala RRI Bandung, Drs. Agung Susatyo, kegiatan ziarah berjalan dengan khidmat. Ziarah diawali dengan mengheningkan cipta dan berdoa untuk para pahlawan, dilanjutkan dengan tabur bunga.

Secara khusus angkasawan - angkasawati RRI Bandung menyempatkan waktu berziarah ke makam Sakti Alamsyah yang berada di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung . Sakti Alamsyah, adalah jurnalis penyiar RRI Bandung kelahiran Sungai Karang, Sumatera Utara, 27 Januari 1922. Beliaulah yang turut menyebarluaskan pembacaan teks proklamasi kepada masyarakat dunia, melalui Radio Bandung (cikal bakal RRI Bandung), pada tanggal 17 Agustus 1945, malam hari. Hal ini dikarenakan Radio Bandung memiliki pemancar khusus luar negeri, yaitu pemancar Gunung Malabar memiliki kekuatan 10 KW. Pada Era itu, pemancar gunung Malabar adalah yang terbesar kekuatannya di nusantara. Pemancar tersebut diresmikan Tahun 1923 untuk kepentingan Belanda juga hubungan dengan negara Eropa lainnya,

Merujuk arsip RRI Bandung, pukul 19.00 waktu Jawa, R.A. Darja pimpinan Radio Bandung saat itu, berhasil mengudara, mengawali siaran dengan kalimat “Di sini Bandung. Siaran Radio Republik Indonesia", yang kemudian dilanjutkan dengan suara Sakti Alamsyah menyampaikan berita proklamasi, dengan pengantar kalimat berupa, Di sini radio Bandung. Siaran Radio Republik Indonesia. This is Bandung calling Radio Republic of Indonesia. Pendengar yang terhormat di seluruh Nusantara bahkan di seluruh dunia, yaitu di mana saja pemancar-pemancar kami ini dapat ditangkap. Inilah Radio Bandung, siaran Radio Republik Indonesia, dengan pemancar-pemancarnya yang beriak gelombang 109, 45, 31, 25, 20 dan 16 meter yang akan segera menyiarkan naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sesuai dengan apa yang telah diputuskan pagi tadi, yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945, jam 10 pagi dalam suatu upacara khidmat di Gedung Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
Sidang pendengar, inilah naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia itu. Proklamasi. Kami bangsa Indonesia. Dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta 17-8-05.Wakil-wakil Bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta.

Melalui siaran dari Radio Bandung, berita kemerdekaan Indonesia dan teks proklamasi disiarkan berulang-ulang sehingga dunia mengetahui proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Meski RRI resmi berdiri pada 11 September 1945, digadang-gadang pada saat naskah proklamasi disiarkan di Radio Bandung, menjadi kali pertama istilah Radio Republik Indonesia digunakan, menggantikan Radio Hoso Kyoku. Kemudian istilah Radio Republik Indonesia menjadi semacam call sign yang sampai sekarang masih terus dipakai RRI.

Sakti Alamsyah adalah juga sebagai pendiri PT. Pikiran Rakyat Bandung atau yang menerbitkan koran harian Pikiran Rakyat. Sejak mendirikan PE ER–begitu orang Bandung menyapa koran itu, hingga berpulang pada 28 April 1983, Sakti menduduki jabatan Direktur PT. Pikiran Rakyat dan Pemimpin Umum Harian Umum Pikiran Rakyat. (Nina)

 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved
istanbul escort eskort
escort istanbul bayan escort sirinevler escort istanbul escort halkali escort istanbul escort