Pusat Data dan Informasi Siaran RRI
  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
KERTAS
FOTO
AUDIO
VIDEO
  Info Pusdatin  
 
 
 
Dirut LPP RRI Membuka PTQ RRI ke-49 tahun 2018 di Kota Keris Sumenep
(Jakarta, 26/05/2018)
Pusdatin, Sumenep : Ribuan orang tumpah ruah di depan masjid Jamik Sumenep, tempat berlangsungnya acara pembukaan Pekan Tilawatil Quran RRI ke-49, Sabtu (26/5/2018). masyarakat dengan antusias menyaksikan secara langsung acara pembukaan PTQ RRI ke-49. Acara ini menarik perhatian masyarakat, karena ada kereta kencana yang digunakan Bupati Sumenep dan Direktur Utama LPP RRI untuk pawai berkeliling dimulai dari depan Masjid Jamik Sumenep - jl Trunojoyo hingga jalan Dr. Sutomo, finish di Pendopo Agung. Pawai ini juga diikuti para Kepala RRI se-Indonesia dan kafilah perwakilan dari seluruh Indonesia yang menggunakan odong-odong besar khas Sumenep.

Dalam pidato sambutannya pada acara pembukaan PTQ RRI, Dirut M. Rohanudin mengatakan bahwa RRI menyelenggarakan PTQ ke-49 di Sumenep karena 98% masyarakatnya adalah muslim. Selain itu Sumenep menjunjung kerukunan umat beragama. Di desa Pabean terdapat masjid, gereja dan klenteng yang hidup rukun berdampingan. Semua itu merupakan representasi dari kerukunan hidup umat beragama di Sumenep.

Pekan Tilawatul Quran lahir setelah tereselenggaranya Musabaqah Tilawatil Quran. M. Sani yang kala itu menjabat dirut RRI, di tahun 1968 menggagas penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). MTQ pertama tingkat nasional dilaksanakan di Masjid Raya Makassar yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama bersama dengan RRI. M.Sani saat itu menginginkan syiar Islam pada bulan Ramadhan, maka RRI menyelenggarakan Pekan Tilawatil Quran dengan tujuan membangun Isalam yang kebih kuat dan membangun seni baca Al Quran.

“Para Juara PTQ RRI telah banyak yang berhasil menjuarai event internasional. Salah satunya adalah Takdir Feriza Qori terbaik tahun 2013 yang memenangkan juara pertama cabang Tilawatil Quran Tingkat internasional di Istanbul Turki tahun 2015”, kata M. Rohanudin.

Selain itu PTQ juga mendapat tempat di hati Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Sampai saat ini lulusan juara pertama PTQ selalu ditampilkan untuk melantunkan ayat suci Al Quran pada malam peringatan acara Nuzulul Quran di istana negara.

Selain menyiarkan dan mempromosikan kegiatan PTQ di Sumenep melalui 97 stasiun dan 222 stasiun relay di Indonesia. RRI juga menyiarkan melalui RRI Net – fasilitas yang terdapat pada aplikasi RRI Play. RRI Net adalah sebuah televisi Radio Republik Indonesia yang akan diresmikan di Jakarta bulan September tahun ini.

Di akhir sambutannya, M. Rohanudin mengajak semua yang hadir untuk bangkit membangun Indonesia tetap satu dan membangun Sumenep untuk dunia.
“Mari kita berdiri tegak dan belahlah dada kita, letakan garuda di dada kita dan yang mengucur adalah darah merah putih Indonesia”, tegas M. Rohanudin.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumenep A. Busyro Karim dalam pidato sambutannya di depan para Kafilah PTQ RRI Ke – 49 , menyampaikan bahwa Sumenep sudah berusia 748 tahun. Dahulu pernah dipimpin oleh 35 raja, dan selanjutnya oleh 15 bupati. Sumenep pernah dipimpin oleh Raja Aria Wiraraja yang kala itu menjabat sebagai penasehat strategi yang memiliki hubungan erat dengan Kerjaan Majapahit.

Kabupaten Sumenep meimiliki 126 pulau dan dihuni oleh 1.126.000 penduduk. Salah satu pulau memiliki keistimewaan dan keunikan, karena terdapat satu pulau bernama Giliyang yang memilki kadar oksigen terbaik di dunia. Kualitas oksigen yang baik ini membuat penduduk pulau ini berumur panjang sampai berumur diatas 100 tahun, bahkan ada lima generasi yang masih hidup. Walaupun usianya 150 tahun tetepi mereka masih kuat dan sehat untuk melakukan aktivitas layaknya orang-orang usia produkstif. Penduduk yang berusia 150 tahun berjumlan 157 orang.

Masjid Jamik Sumenep tempat berlangsung acara pembukaan PTQ RRI ke-49 ini, termasuk dari 10 masjid tertua di Indonesia. Masjid ini digunakan sejak tahun 1787 M, dibangun oleh arsitek Liaw Piau dari China pada masa Panembahan Somala penguasa negeri Sumenep ke -31.

Menurut A. Busyro Karim, Arsitektur masjid merupakan akulturasi dari kebudayaan Jawa, Cina dan Arab. Ini berarti kerukunan hidup antar umat beragama sejak dahulu telah tercipta di Sumenep.

“Di samping pendopo ada sebuah kampung yang memiliki tempat ibadah gereja, masjid dan klenteng yang usianya sudah ratusan tahun, dan tidak pernah ada gesekan diantara rumah ibadah. Kerukunan umat beragama dari Sumenep untuk Indonesia dan dari Sumenep untuk bangsa dan negara”, jelas A. Busyro Karim.

Acara pembukaan PTQ RRI tahun 2018 dan pawai Taaruf ini di akhiri dengan buka puasa dan sholat Maghrib bersama di lingkungan Pendopo Agung Keraton Sumenep.(diz)



 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved