Pusat Data dan Informasi Siaran RRI
  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
KERTAS
FOTO
AUDIO
VIDEO
  Info Pusdatin  
 
 
 
Penutupan Pagelaran Budaya Nusantara RRI Memukau
(Jakarta, 10/12/2017)
KBRN, Medan : Pagelaran Budaya nusantara yang diselenggarakan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) berakhir di Kota Medan. LPP RRI Medan menjadi tuan rumah pagelaran budaya terakhir dan sebelumnya telah dilaksanakan oleh 37 Stasiun RRI se Indonesia.

Pelaksanakan di Kota Medan menampilkan pagelaran budaya dari 8 etnis Sumatera Utara yang mengangkat tema untuk Indonesia dalam bingkai kebersamaan dan keberagaman, di Lapangan reformasi Bandar Klipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (9/12/2017) malam. Secara keseluruhan pagelaran berakhir sukses dan meriah.

Acara dihadiri langsung oleh Direktur Utama (Dirut) LPP RRI Muhammad Rohanudin, didampingi Direktur Program dan Produksi Soleman Yusuf, Kapuspem Widhie Kurniawan, dan Kepala Stasiun RRI Medan Ferry Tobing. Hadir juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri, perwakilan Poldasu dan Forkopimdasu.

Dirut LPP RRI M Rohanuddin mengatakan pagelaran budaya yang telah dilaksanakan di 37 daerah Se Indonesia ditutup memukau di Kota Medan. Menurut Rohanudim RRI sebagai lembaga Penyiaran Publik memiliki peranan dalam membangun kembali budaya lokal daerah, yang disajikan melalui konten siaran bermutu.

“Ini merupakan pagelaran budaya penutup yang dilakukan RRI di Indonesia dan ternyata menakjubkan. Apalagi dihadiri wakil rakyat kita Meutya Hafid. Saya lihat antusias masyarakat setempat sangat tinggi dengan penampilan–penampilan gaya budaya lokal Sumut yang khas. Memang sangat memukau saya lihat antusias masyarakat Deliserdang. Ini adalah sebuah kebanggaan oleh RRI, dan RRI akan terus membangun budaya–budaya lokal menjadi budaya yang mampu diserap oleh masyarakat seluruh Indonesia.” jelasnya.

Rohanudin juga mengapresiasi tingginya antusias masyarakat Deliserdang yang hadir dalam sajian penampilan budaya lokal asal Sumatera Utara. Menurut Rohanudin ini menunjukkan bahwa sampai hari ini juga keberadaan dan konten siaran RRI masih banyak didengar oleh masyarakat, sekaligus RRI ternyata belum ditinggalkan oleh pendengar.

“Saya rasa publik masyarakat yang hadir sama–sama besarnya, hanya beda pagelaran budaya yang dipertunjukkan Ini merupakan kebanggaan RRI karena ternyata punya publik besar, diperhatikan oleh masyarakat. Apa yang disajiikan RRI dalam siarannya melalui Programa 4 ternyata banyak diminati masyarakat,” ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan RRI dalam konten membangun budaya daerah adalah melalui siaran Programa 4. Maka, pada tahun 2018, LPP RRI tengah melakukan upaya perbaikan mutu konten siaran yang berkualitas.

“Program siaran Pro 4 terbaru akan dimulai sekitar Februari. Jadi Indonesia akan mendapat sajian baru yang lebih mempresentasikan kearifan dan budaya lokal, sehingga masyarakat yang berada di masing-masing daerah bisa mengenalkannya ke seluruh Indonesia. Termasuk masyarakat di tempat lain bisa mengenal budaya Indonesia dan sebagainya. Ini harapan kami, RRI harus maju untuk Indonesia,” harap Rohanudin.

“Saya melihatnya pendengar setia RRI Medan rata ya. Menurut Survei yang dilakukan oleh Daniel Nishel cukup menggembirakan, terutama programa 4 memiliki pendengar yang bagus. Kemudian juga pro2 hampir rata dengan semua itu. Saya Salut dan mudah–mudahan teman–teman RRI Medan semakin berjuang untuk mempersatukan Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Program dan Produksi LPP RRI Soleman Yusuf menegaskan dengan pola yang baru di Programa 4 tetap tidak mengurangi sedikitpun kontel budaya lokal. Mennginat perubahan itu akan mencakup performance kualitas program dan konten yang lebih bermutu.

“Informasi yang disajikan di programa empat dengan pola baru juga harus bermanfaat, sehingga pro 4 bakal diminati oleh orang muda. nah itu tujuan kita agar Pro 4 itu tampil lebih berani, musiknya lebih dinikmati oleh semua kalangan, baik yang senior maupun anak muda.” tegas Soleman.

Dikatakan Solemen, untuk perubahan pola siaran Pro 4 akan dimulai Maret 2018. Bagi Semua RRI yang sudah berstatus tipe B di seluruh Indonesia harus bersiap–siap di mulai bulan Januari. Termasuk 7 satker yang naik statusnya ke tipe B. Perubahan konten itu sedang dilakukan, sehingga nanti di Maret hanya tinggal penyempurnaan.

Kegiatan Pagelaran Budaya delapan etnis di Sumut, dimerihakan oleh beberapa pertunjukan tari seperti tari Zapin Ya Dana dari etnis Melayu, (2)Sicerek Cerek dr Tapteng (Sibolga) (3)Sitala Sari (Simalungun), (4) Endeng Endeng (Tapsel Mandailing), (5)Cikalale PongPong (PakPak Dairi), (6) Sikacang Koro (Karo), (7) Tari Perang (Nias), (8)Sada Tolu ( Batak Toba). Kemudian persembahan tari utuh, seperti Zapin (Melayu), Sabe-Sabe Gordang Sambilan (Mandailing), Diguyur Sanggul Si Gale-Gale (Batak toba). (Joko S/Sgd/WDA)
 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved