Pusat Data dan Informasi Siaran RRI
  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
KERTAS
FOTO
AUDIO
VIDEO
  Info Pusdatin  
 
 
 
Siarkan kembali Butir-Butir Pasir di Laut, RRI Ingin Generasi Muda Semakin Mencintai Keberagaman
(Jakarta, 16/11/2017)
KBRN, Jakarta: Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Soleman Yusuf menginginkan dengan kembalinya drama sandiwara radio "Butir-Butir Pasir di Laut", masyarakat dapat mengambil nilai-nilai keberagaman Indonesia. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat semakin bersatu membangun bangsa tanpa ada gesekan satu sama lain.

"Atas keinginan masyarakat kami siarkan kembali Butir Butir Pasir Dilaut. Sisa tahun 2017 ini kita akan terus siarkan drama klasik ini agar masyarakat dapat mengambil hikmah dari drama ini. Misalnya dalam episode Tiang-Tiang Pancang yang menceritakan anak yang tumbuh didaerah terpencil dan berusaha gigih dalam menghidupi diri dan keluarganya serta ingin membangun daerah tersebut, inilah cermin kehidupan yang patut ditiru kegigihannya," tutur Soleman dalam wawancara bersama RRI di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Lebih lanjut Soleman berharap, sandiwara Butir-Butir Pasir di Laut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda ditanah air. Menurut Soleman banyak pesan moral yang ada dalam sandiwara Butir-Butir Pasir di Laut.

"Ada tokoh dari Padang, Bali dan Madura yang memang aseli logat masyarakat setempat bukan dari orang RRI, ini kita casting benar-benar sehingga kita dapat memberikan gambaran kebhinekaan Indonesia yang semakin erat, berbeda-beda tapi tetap satu. Semoga dengan sandiwara ini dapat difilmkan juga dan stakeholder dapat ikut bekerjasama mengembangkan industri sandiwara radio," kata Soleman.

Sandiwara Butir-Butir Pasir di Laut mulai disiarkan 22 Februari tahun 1972 lalu. Disiarkan selama 15 tahun dengan 5.700 episode oleh RRI se-Indonesia. Karya besar yang ditulis oleh Eddy Basrul Intan dan disutradarai oleh Jhon Simamora pada tanggal 4 Agustus 1984 ini juga mendapatkan penghargaan dari Lembaga Kependudukan Dunia di Meksiko sebagai sandiwara terbaik tingkat dunia.

Kini Sandiwara itu kembali tayang di seluruh Pro1 RRI se-Indonesia sejak tanggal 28 Oktober 2017, yang diawali dengan episode “ Tiang-Tiang Pancang” yang menceritakan kisah perjalanan anak negeri yang menempa kehidupan di pulau terluar NKRI menebar asa menjadi lebih baik. Produksi drama dilakukan di RRI Solo.

Selanjutnya Produksi kedua di Semarang Jawa Tengah pada tanggal 9-11 November 2017 dengan episode "Pesan Tak Bertulis" yang mengingatkan kepada masyarakat betapa pentingnya nasihat orangtua terhadap anaknya yang ada dipusaran teknologi.

Rencananya akan ada 2 episode berikutnya yang ditargetkan rampung pada Desember 2017 dengan menayangkan 88 serial di setiap pukul 21:00 s/d 21.30 waktu setempat. (LS/AKS-rri.co.id)
 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved