Pusat Data dan Informasi Siaran RRI
  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
KERTAS
FOTO
AUDIO
VIDEO
  Info Pusdatin  
 
 
 
Kembalinya Sandiwara Butir-Butir Pasir di Laut, Ada Banyak Pesan yang Dituangkan
(Jakarta, 16/11/2017)
KBRN, Jakarta: Penulis Sandiwara Radio "Butir-Butir Pasir di Laut", Eddy Basrul Intan meluapkan kegembiraannya atas disiarkannya kembali drama bersambung Butir-Butir Pasir di Laut di seluruh stasiun RRI di tanah air. Menurut Eddy banyak pelajaran berharga yang dapat diadopsi dari drama yang pernah menjadi primadona generasi era 80-an itu. Edy berharap generasi muda saat ini dapat mencontoh semua kebaikan yang tersirat dalam drama tersebut.

"Ketika pertama kali saya dihubungi oleh direktur program dan produksi RRI bahwa RRI akan menghidupkan kembali drama bersambung Butir-Butir Pasir di Laut secara pribadi saya gembira sekali".

"Drama ini begitu melegenda dan saya menangkap apa yang diinginkan direksi RRI dan dewas RRI bahwa tema sentral tahun ini perlu digarisbawahi yaitu tentang pentingnya kebhinekaan dan bagaimana cara mengikat persatuan melalui karakter kedaerahan yang dimiliki Indonesia," kata Edy dalam wawancara bersama RRI di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Edy menjelaskan beberapa poin penting dalam serial drama yang ditulisnya itu mengandung begitu banyak pelajaran mencintai Indonesia misalnya keberagaman Indonesia yang semakin erat dalam perbedaan.

"Misalnya tema-tema yang perlu digarisbawahi itu ada dalam seri "tiang tiang pancang" daerah perbatasan yaitu, Pulau Sebatik, Melayu, Makassar dan Madura juga dari Maluku kita angkat disini yang mana ada anak Indonesia yang tinggal di pelosok negeri membangun negerinya, kemudian yang kedua adalah seri "pesan tak bertulis" ada pesan penguatan karakter daerah didalamnya. Misalnya ada daerah Bali, Tapanuli dan Minangkabau, pesannya adalah bagaimana orang-orang kita dulu memberikan pesan yang mulia terhadap anak-anaknya dan sangat memberi arti terhadap sosok manusia karena adanya kesatuan. Jadi jangan terpaku pada pesan tertulis melalui internet multimedia dan sebagainya saja," tuturnya.

Acara RRI yang mampu mengajak pendengar berimajinasi ke alam yang menjadi ceritanya, adalah sandiwara radio. Dahulu RRI pernah menayangkan sandiwara radio yang sangat populer yakni Butir-Butir Pasir di Laut. Sandiwara Butir-Butir Pasir di Laut mulai disiarkan 22 Februari tahun 1972 lalu. Disiarkan selama 15 tahun dengan 5.700 episode oleh RRI se-Indonesia. Karya besar yang disutradarai oleh Jhon Simamora itu pada tanggal 4 Agustus 1984 ini juga mendapatkan penghargaan dari Lembaga Kependudukan Dunia di Meksiko sebagai sandiwara terbaik tingkat dunia.

Kini Sandiwara itu kembali tayang di seluruh Pro1 RRI se-Indonesia sejak tanggal 28 Oktober 2017, yang diawali dengan episode “ Tiang-Tiang Pancang” yang menceritakan kisah perjalanan anak negeri yang menempa kehidupan di pulau terluar NKRI menebar asa menjadi lebih baik. Produksi drama dilakukan di RRI Solo.

Selanjutnya Produksi kedua ada di Semarang Jawa Tengah pada tanggal 9-11 November 2017 dengan episode "Pesan Tak Bertulis" yang mengingatkan kepada masyarakat betapa pentingnya nasihat orangtua terhadap anaknya yang ada dipusaran teknologi. Rencananya akan ada 2 episode berikutnya yang ditargetkan selesai pada Desember 2017 dengan total menayangkan 88 episode di setiap pukul 21:00 WIB. (LS/AKS- rri.co.id)
 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved