Pusat Data dan Informasi Siaran RRI
  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
FOTO
KERTAS
AUDIO
VIDEO
  Info Pusdatin  
 
 
 
Hari Radio Ke-72; Pemersatu Keberagaman Bangsa
(Jakarta, 08/09/2017)
PUSDATIN, JAKARTA – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia LPP RRI pada tanggal 11 September 2017 genap berusia 72 Tahun. Hari Radio tahun ini mengusung tema “Bersama Dalam Keberagaman”. Tema tersebut merupakan gambaran bangsa yang tengah memperkokoh pentingnya kebersamaan dengan banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia seperti budaya, tradisi, bahasa, etnis, agama dan keberagaman lainnya. Disinilah RRI mengambil peran sebagai pengawal NKRI dan pemersatu bangsa.

Dalam konferensi pers Hari Radio 2017 yang digelar di Jakarta, Kamis (7/9/2017), Direktur utama LPP RRI Rohanudin mengatakan, Hari Radio yang ke 72 ini bermakna bahwa RRI selain memberikan informasi juga sebagai pemersatu keanekaragaman bangsa,

“Pada konteksnya di ulang tahun RRI yang ke-72 ini memiliki tujuan yang pertama adalah membangun potensi bangsa, mempersatukan bangsa, dan itu angka mati bagi RRI karena walaupun RRI itu sebagai lembaga penyiaran publik yang netral dan mandiri tetapi karena RRI hidup di wilayah yang sangat beragam maka RRI memiliki sikap keberpihakan terhadap negara,” kata Rohanudin.

Lanjutnya, ada tiga tumpuan penting yang dimiliki RRI dalam memberikan informasi kepada masyarakat, Pertama adalah jurnalisme pemaknaan, bahwa siaran siaran berita yang disiarkan RRI harus memiliki makna yang besar pada masyarakat. Kedua jurnalisme damai, berita-berita yang disiarkan oleh RRI harus menunjukkan masyarakat akan lebih damai. Ini yang membedakan lembaga penyiaran publik dan lembaga penyiaran lainnya di Indonesia. Siaran yang disiarkan oleh RRI itu tidak boleh menciptakan kegaduhan di masyarakat. Terakhir adalah jurnalisme profetik, itu adalah jurnalisme kenabian. Artinya berita yang disiarkan oleh RRI itu harus benar-benar jujur dan memiliki tingkat kejujuran yanag tinggi, jadi tidak boleh menyiarkan berita-berita yang hoax kemudian mempublish yang berlebihan. Itulah ukuran yang dijadikan barometer oleh jurnalisme yang ada di Jakarta maupun di daerah.

“RRI bebas sekali untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sejak era reformasi itu ada, maka RRI menjadi lembaga penyiaran yang sangat bebas untuk memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan kebutuhan publik yang besar dengan catatan, siaran-siaran yang disiarkan oleh RRI itu memiliki tiga tumpuan,” jelas Rohanudin.

Selain itu, Direktur Program dan Produksi LPP RRI yang juga Ketua Panitia Hari Radio Tahun 2017, Soleman Yusuf mengatakan, adanya event Custom Ethnic Fun Run dengan menggunakan atribut daerah untuk memeriahkan Hari Radio ke-72 sangat diminati masyarakat sehingga melebihi batas maksimal jumlah pendaftaran.

“Rangkaian Hari Radio yg ke-72 dengan tema 'Bersama Dalam Keberagaman' sebenarnya sudah berlangsung sejak bulan Agustus mulai dari kegiatan besar sampai kegiatan kecil dan semuanya melibatkan masyarakat. Event yang cukup besar yang merupakan tanda kami melakukan engagement terhadap masyarakat nanti adalah Custom Ethnic Fun Run. Kita sengaja tidak menggunakan media lain selain Pro 3 dan ternyata Custom Ethnic Fun Run yang sudah mendaftar mencapai 3500 orang lebih hanya berdasarkan informasi dari Pro 3," kata Soleman.

Menurut Soleman, Custom Ethnic Fun Run merupakan kegiatan olahraga lari yang unik, karena peserta yang berlari menggunakan semua atribut daerah sesuai dengan tema dan misi RRI untuk bersama-sama pemerintah untuk menyatukan keberagaman kebersamaan yang sama-sama menjadi persoalan belakangan ini.

Selain menggelar acara Custom Ethnic Fun Run, juga akan dilakukan peresmian galeri Tri Prasetya berupa foto maupun cuplikan film mengenai perjalanan RRI selama 72 tahun mengudara.

“Yang membedakan Hari Radio ke-72 dengan tahun lalu, tahun ini kita akan melaunching galeri Tri Prasetya yang ada di lobi depan. Galeri Prasetya ini sebenarnya menceritakan perjalanan 72 tahun RRI dari mulai masa-masa perjuangan, masa-masa kemerdekaan, dan masa-masa reformasi sampai era saat ini," kata Soleman.

Galeri Tri Prasetya akan berisi foto-foto zaman dulu yang jarang dilihat oleh publik, salah satunya bagaimana Jendral Sudirman memberikan perintah kepada seluruh TNI yang ada di Jawa untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda setelah mendengarkan di radio mengenai proklamasi kemerdekaan dari Bung Karno.
Selain itu terdapat dokumentasi foto radio rimba raya dan tokoh-tokoh besar seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sultan Sahrir menggunakan RRI untuk mengajak seluruh masyarakat bersama-sama berjuang. Disana juga terdapat cuplikan-cuplikan film tentang perjalanan RRI.

Widi Kurniawan, Kepala Pusat Pemberitaan yang juga Ketua Custom Ethnic Fun Run menambahkan bahwa Custom Ethnic Fun Run mendukung keberagaman bangsa sehingga menarik banyak peserta yang hadir.

“Saya ingin menambahkan soal Custom Etnic Fun Run ini. Kekuatannya adalah pada upaya kita mendukung upaya kebangsaan keberagaman. Sponsor kami juga sangat banyak. Yang menarik adalah kolaborasi kecepatan radio juga berkolaborasi dengan media sosial. Jadi kami membuktikan bahwa yang hadir disini adalah orang-orang yang betul datang ke RRI secara ramai-ramai,” kata Widi.

Rangkaian kegiatan dalam Hari Radio diantaranya, pelaksanaan Bintang Radio Nasional dan ASEAN yang digelar di Ambon, Lomba Swara Kencana yaitu penghargaan untuk karya insan radio seperti Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Sandiwara Radio, Feature dan Dokumenter. Acara inti peringatan Hari Radio serentak di stasiun RRI di Indonesia pada tanggal 11 September, ditandai dengan penyulutan obor, dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Pada acara tersebut juga akan dihadirkan pemenang kuis yang diselenggarakan Siaran Luar Negeri RRI - Voice Of Indonesia (VOI) dari berbagai negara. Acara Hari Radio akan ditutup dengan acara Konser Kebangsaan di Yogyakarta. (RDS)
 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved
istanbul escort eskort
escort istanbul bayan escort sirinevler escort istanbul escort halkali escort istanbul escort