Pusat Data dan Informasi Siaran RRI
  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
KERTAS
AUDIO
VIDEO
FOTO
  Info Pusdatin  
 
 
 
Menjaga Kebhinekaan Melalui Pekan Tilawatil Quran RRI
(Jakarta, 04/06/2017)
Pusdatin : Kebhinekaan bangsa Indonesia adalah rahmat dari Allah SWT, yang merupakan sebuah potensi namun juga sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dicetuskan para pendiri bangsa, menyiratkan perbedaan bukanlah suatu permasalahan bagi suku bangsa untuk berpecah belah. Namun dengan adanya perbedaan, kita bisa memilih dan memilah untuk bisa saling melengkapi antara suku, ras, agama satu dengan yang lainnya. Hal ini akan melahirkan rasa menghargai, menghormati, mengayomi dan mau bersatu untuk mewujudkan visi dan misi bangsa Indonesia .

“Akhir-akhir ini, kita sering melihat, merasakan dan mendengar bagaimana riuhnya bangsa ini terkait suasana di dalam negeri, dikarenakan kegaduhan, pertikaian politik akibat adanya perbedaan maupun yang lainnya, hanya karena demi kepuasan individu maupun kelompok hingga terjadi perseteruan diantara anak bangsa. Perbedaan yang muncul dari keragaman di negeri ini, menjadi pemicu lahirnya fanatisme buta, persaingan tidak sehat, perselisihan, gontok-gontokan, perpecahan yang bisa meluluh lantahkan nilai-nilai kebersamaan, merapuhkan persatuan dan tidak mustahil bisa membawa derita bagi bangsa kita. Karenanya, Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI Tingkat Nasional tahun 2017 mengambil tema tentang kebhinekaan, yaitu ‘Bersama dalam kebhinekaan, dari Surakarta untuk Indonesia’ “. urai M. Rohanudin, Direktur Utama LPP RRI pada sambutan acara pembukaan PTQ RRI Tingkat Nasional di halaman depan rumah dinas Walikota Surakarta Loji Gandrung , Sabtu (3/6/2017)

Rohanudin juga menyampaikan bahwa persatuan adalah tiang penyangga daya suatu negara. Kemajuan atau kemunduran suatu negara ditentukan oleh persatuan dan kesatuan bangsanya, Bangsa yang kuat adalah bangsa yang bersatu, bangsa yang hancur adalah bangsa yang berseteru. Karenanya kita bangsa Indonesia janganlah mau dihancurkan hanya karena adanya perbedaan.

Pelaksanaan PTQ tingkat nasional yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia merupakan representasi dari hadirnya negara Indonesia. “RRI memiliki 92 Stasiun RRI diseluruh Indonesia, dan hadirnya peserta PTQ RRI Tingkat Nasional di Surakarta ini adalah representasi dari Indonesia, karena mereka datang dari berbagai penjuru tanah air , yaitu ada yang datang dari Ambon, Jayapura, Sumatera, Kalimantan dll “. tambah Rohanudin.

PTQ RRI pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 1969, dan pelaksanaannya dipusatkan di Jakarta sebagai Ibukota Negara. Saat itu hanya mempertandingkan satu cabang yaitu lomba tilawah. Semenjak RRI menjadi lembaga Penyiaran Publik, PTQ RRI menjadi calendar of event dan digelar diberbagai daerah

Tahun 2010, kota Bandung menjadi tuan rumah PTQ RRI tingkat Nasional dengan menambahkan satu cabang lomba cerdas cermat. Tahun 2011, PTQ RRI diselenggarakan di Bandarlampung, tahun 2012 di Banjarmasin dengan menambah cabang lomba tausiah. Tahun 2013 di Ternate, Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah tahun 2014, kota Palu tahun 2015. Kota Pekanbaru menjadi tuan rumah di tahun 2016, dan untuk tahun 2017 kota Surakarta, kota Budaya menjadi tuan rumah PTQ RRI Tingkat Nasional yang ke - 48 . (NINA)
 
 
 
Index
 
 
Copyright © 2011-2014, All Right Reserved