Pusat Data dan Informasi Siaran RRI -

Tanjungpinang

  Home | Hubungi Kami
    Search  
Kategori Dokumen
LEMBAGA
PRO 1
PUSPEM TANJUNGPINANG
PRO 2
GALERI
ACARA UNGGULAN
  Dokumen (Detail)  
 
 
 
 
RRI Tanjungpinang
Diunggah oleh: tanjungpinang (18/12/2012), Dilihat: 789, Diunduh: 336
Nama file: header.jpg (101 KB)
[ View | Download ]

Keterangan:
Radio Republik Indonesia stasiun Tanjungpinang berdiri pada tanggal 11 September 1955 didorong oleh beberapa faktor, Pertama, Geografis Kepulauan Riau yang luas wilayah perairan jauh lebih besar dari pada daratan, sehingga menimbulkan masalah komunikasi yang mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat Kepulauan Riau. Kedua, Daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sehingga pancaran siaran radio Singapura dan Malaysia sekalipun tidak ditujukan untuk daerah ini, tetapi cukup baik didengar diseluruh daerah Kepulauan Riau. Ketiga, Dalam hal pemilikan khazanah budaya antara masyarakat melayu Kepulauan Riau dengan masyarakat melayu Singapura dan Malaysia terdapat banyak kesamaan, sehingga ini mempengaruhi kecendungan masyarakat Kepulauan Riau untuk mendengarkan siaran radio Singapura dan Malaysia. Berdasarkan faktor tersebut maka timbul gagasan dan keinginan yang kuat dari Pemerintah Daerah Kepulauan Riau tahun 1954, untuk mengajukan usul ke Pemerintah Pusat agar segera mendirikan Stasiun Radio Pemerintah di Tanjungpinang sebagai media komunikasi yang ampuh untuk tujuan : 1. Kepentingan masyarakat Kepulauan Riau membina dan mengalihkan jalan pikiran masyarakat yang senantiasa berkiblat ke Singapura dan Malaysia saat itu. 2. Membina kesadaran Nasional demi terwujudnya persatuan dan kesatuan yang kokoh dan mampu menghayati hakekat perjuangan bangsa. Pada tahun 1954 pada rapat dewan pemerintah kabupaten Kepulauan Riau, oleh seorang tokoh yang duduk di DPRD yaitu Bapak Umar Awalludin, mengusulkan mencari jalan atau cara tercepat untuk menyampaikan pesan-pesan Pemerintah Daerah Kepulauan Riau kepada masyarakat yang tersebar di pelosok pulau-pulau. Usul itu disepakati dan ditemukan satu-satunya cara mengatasi kesulitan itu ialah dengan mendirikan sebuah Stasiun Radio Siaran, karena Radio siaran sebagai media komunikasi massa memiliki beberapa keunggulan yang tidak tertandingi oleh media lain. Maka pada tahun 1954 itu juga pemerintah daerah Kepulauan Riau mengajukan pengusulan permohonan kepada Pemerintah Pusat agar segera didirikan Stasiun Radio di tanjungpinang Ibukota Kabupaten Kepulauan Riau saat itu. Usulan itu disambut baik oleh Pemerintah Pusat melalui proses yang relatif singkat kurang lebih setahun, dengan catatan bahwa lokasi Stasiun Radio yang akan dibina harus disediakan oleh Pemerintah Daerah Kepulauan Riau. Memenuhi ketentuan itu Pemerintah Kepulauan Riau memberikan gedung bekas peninggalan Belanda yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurrahman No.1 Tanjungpinang. Menjelang peresmian stasiun RRI Tanjungpinang, sekitar bulan Mei, Bapak Sumitro selaku utusan jawatan penerangan pusat datang ke lokasi untuk mengadakan persiapan guna melakukan percobaan penyiaran dengan menggunakan pemancar berkekuatan 100 Watt pada gelombang 60 meter yang berasal dari Bandung dan dirakit ulang 3 orang teknisi yaitu saudara Hasan, Achdiat dan Liong Johanes. Lebih kurang selama 3 bulan melakukan persiapan, maka pada tanggal 11 September 1955, bertepatan hari RRI ke-10 dilakukan pembukaan dan peresmian stasiun RRI Regional II Tanjungpinang oleh ketua DPRD kabupaten Kepulauan Riau bapak Moechtar Husin dan dihadiri oleh bapak Sumitro sebagai wakil pemerintah pusat. Dengan peresmian tersebut, maka RRI stasiun Regional II Tanjungpinang merupakan stasiun RRI ketiga di Sumatera Tengah setelah Bukittinggi dan Padang. RRI telah beberapa kali mengalami perubahan status institusi, dari tahun 1945 2000 RRI adalah unit pelaksana teknis (UPT) yang bernaung di bawah departemen Penerangan RI, tahun 2000 2005 berdasarkan PP. 37/2000 RRI menjadi perusahaan jawatan (Perjan) dan sejak diberlakukannya PP. 12/2005 pada tanggal 18 Maret 2005 status institusi RRI berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP). Status ini menjadikan RRI sebagai radio publik milik bangsa yang artinya adalah radio ini menjadi radio yang independen dan netral. LPP-RRI stasiun Tanjungpinang berdasarkan peraturan dewan direksi LPP-RRI No. 002/PER/DIREKSI/2006 tanggal 10 November 2006 adalah stasiun penyiaran tipe C.
 
 
 
Copyright 2011-2014, All Right Reserved
istanbul escort eskort
escort istanbul bayan escort sirinevler escort istanbul escort istanbul escort bayan istanbul escort